6 Pertanyaan Standardisasi untuk Mendapatkan Kontraktor atau Pemborong Terbaik


Tentu Anda tak mau memilih kontraktor yang kerjanya lambat dan hasilnya tak maksimal, bukan? Biasanya permasalahan itu jadi dua hal utama ketika seseorang berencana bangun rumah baru. Sebab, sebuah rumah baru adalah investasi jangka panjang bagi Anda. Setidaknya, ada 6 pertanyaan yang perlu Anda ajukan sebelum bekerjasama dengan kontraktor atau pemborong. Apa saja?

  • Berapa Lama Anda sudah Menjalankan Bisnis dan Berapa Banyak Rumah yang Anda Bangun?

Pertanyaan ini untuk menguji kesiapan pemborong atau kontraktor sebelum beraksi. Selain itu, semakin lama mereka berkarir, tingkat kepercayaan Anda akan semakin tinggi. Mereka yang telah lama berkecimpung dalam bisnis ini dan telah membangun banyak rumah, biasanya memiliki kredibilitas tinggi.

  • Apakah Anda Punya Lisensi dan Asuransi?

Inilah yang mesti Anda sadari. Banyak orang masih menganggap kontraktor dengan pemborong itu sama. Padahal kenyataannya beda. Siapa pun bisa menjadi pemborong. Sedangkan kontraktor, dia mesti berasal dari badan hukum atau bahasa yang dikontrak untuk menjalankan proyek. Jasa kontraktor memang kerapkali kita lihat pada proyek besar, soalnya mereka berasal dari badan usaha yang berlisensi atau dapat izin dari pemerintah.

Padahal tidak selalu begitu. Kontraktor bisa juga menjalankan proyek seperti rumah hunian, maupun renovasi. Biasanya mereka memiliki setidaknya dua tenaga profesional yang memiliki Sertifikat Keahlian (SKA). Sementara pemborong biasanya mengerjakan proyek yang lebih kecil, dan lebih sering menggarap rumah hunian. Mereka juga tak memiliki badan usaha, dan acapkali melewatkan SPK atau surat kontrak.

Adapun kontraktor dengan pemborong tentu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan kontraktor adalah memiliki lisensi, tapi Anda mesti menyiapkan budget lebih mahal. Sementara pemborong biasanya menyediakan harga yang standar atau bahkan lebih kecil. Mana yang lebih baik?

  • Apa yang Membuat Anda Berbeda dari Kontraktor atau Pemborong Lain?

Pertanyaan ini akan menjurus pada keunikan, pemberian harapan, hingga komitmen sebelum proyek Anda dijalankan. Umumnya mereka akan berkata saya beda dengan yang lain karena ini-itu dan sebagainya. Lihat buktinya dulu, apakah apa yang dibicarakan tepat, atau hanya karangan saja.

  • Apa Jaminan Terbaik yang Anda Tawarkan?

Ketika kontraktor atau pemborong telah memberikan jaminan, setidaknya hal itu akan membuat Anda lebih lega dan percaya diri. Mereka yang memiliki jaminan tentu lebih memiliki kredibilitas daripada mereka yang bilang pekerjaan akan dijalankan apa adanya. Ini membuktikan kalau mereka punya fokus yang tinggi dan tidak main-main.

  • Apa Fitur-Fitur Rumah Unggulan yang Anda Tawarkan?

Pertanyaan ini akan memberikan Anda jawaban kualitas rumah seperti apa yang kontraktor atau pemborong tawarkan. Eksistensi bukan segalanya, tapi keawetan pasti jadi pertimbangan yang lebih baik. Mereka yang berkualitas tentu akan memberikan perencanaan soal material yang berkualitas juga dan tidak asal-asalan; asal murah, misalnya.

  • Berapa Kali Saya Harus Melihat Rumah selama Masa Pembangunan?

Kebanyakan para pekerja, kontraktor, maupun pemborong tidak suka kalau buyer terlalu banyak melihat-lihat pekerjaan yang tengah berlangsung. Tapi tentu saja mereka tak memiliki hak sebanyak itu. Posisi mereka terikat oleh jasa. Sementara pembeli jasa memiliki hak akses penuh. Pastikan Anda mengajukan pertanyaan ini juga untuk menguji kesiapan mereka.

Anda bisa menambahkan daftar pertanyaan sendiri. Tapi, alangkah baiknya bertanya sesedikit mungkin, tetapi sudah menggambarkan hasil proyek yang memuaskan. Jumlah 6 pertanyaan yang bisa Anda ajukan sebelum bangun rumah baru di atas hanya fondasinya. Landasan dasar atau pijakan untuk Anda agar proyek yang dijalankan bisa lebih mudah di-handle.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *